Zonainvestigasi.Id, Pohuwato — Potret gelap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato kembali mencuat dan membuat publik terperangah. Sebuah alat berat jenis ekskavator ditemukan tenggelam dan hampir hilang dari pandangan di kubangan galian tambang ilegal di Desa Karya Baru, Kecamatan Dengilo, Senin (01/12/2025).
Peristiwa yang menyedot perhatian ini pertama kali terungkap setelah akun Facebook Haris Ohi mengunggah foto ekskavator yang karam dalam kubangan air keruh. Gambar itu menjadi bukti nyata bahwa operasi tambang emas ilegal di Pohuwato tak hanya terus berlangsung, tetapi juga semakin liar, tak terkontrol, dan mengancam keselamatan siapa pun yang terlibat di dalamnya.
Menurut keterangan sumber terpercaya, ekskavator tersebut diduga tenggelam akibat tanah yang tiba-tiba longsor, menyeret alat berat tersebut ke genangan galian yang memiliki kedalaman cukup ekstrem. Beruntung, dalam insiden itu tidak ada laporan korban jiwa.
Meski demikian, kejadian ini menjadi alarm keras bahwa aktivitas tambang tanpa izin dan tanpa standar operasional keselamatan dapat berubah menjadi tragedi maut kapan saja. Para pekerja tambang yang umumnya beroperasi tanpa pelatihan keselamatan memadai berada pada risiko hidup yang tinggi setiap harinya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menelusuri terkait siapa pemilik ekskavator dan pihak yang bertanggung jawab mengelola lokasi tambang tersebut. Keberadaan alat berat ini jelas menandakan bahwa aktivitas ilegal itu bukan operasi kecil-kecilan, tetapi melibatkan modal besar dan jaringan kuat yang berani mengambil risiko hukum.
Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut siapa aktor di balik kegiatan tambang ilegal yang semakin merajalela di Pohuwato. Selain potensi kerugian negara, aktivitas ini juga menyisakan ancaman ekologis dan keselamatan yang tidak bisa lagi dianggap remeh.
Awak media masih terus melakukan penelusuran lebih dalam mengenai legalitas, pengawasan otoritas setempat, serta dampak lingkungan yang mungkin timbul dari aktivitas PETI di kawasan tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan segera diinformasikan.






