ZONA INVESTIGASI – Kasus kematian remaja perempuan berinisial RTA (14) di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan yang sempat membuat geger, kini tetap dalam penyelidikan intensif oleh polisi. Meskipun keluarga korban telah mencabut laporan setelah berdamai dengan pihak spa tempat RTA bekerja, penyidik menegaskan tidak akan menghentikan proses hukum.
Penyelidikan difokuskan pada dua aspek utama: pertama, memastikan penyebab kematian — apakah karena kecelakaan, bunuh diri, atau tindak pidana — dengan menunggu hasil autopsi dan tes forensik lengkap; dan kedua, menyelidiki dugaan eksploitasi anak di bawah umur, di mana RTA disebut menggunakan identitas palsu saat mendaftar kerja di spa.
Pihak penyidik telah meminta pemeriksaan rekaman CCTV, sampel organ korban untuk uji toksikologi, serta memeriksa manajer spa dan sejumlah saksi terkait perekrutan dan kondisi kerja korban. Investigasi ini juga mempertimbangkan dugaan obesitas hukum terkait perlindungan anak dan perdagangan orang.
Sebelumnya sang kakak korban mengungkap bahwa RTA pernah curhat merasa tertekan selama bekerja di spa, termasuk tuntutan denda besar jika ingin berhenti kerja. Dugaan eksploitasi semakin menguat ketika diketahui korban masih di bawah umur — hal yang membuat kasus ini menjadi sorotan publik dan mengundang kecaman terhadap manajemen spa.
Polisi menyatakan bahwa meskipun ada upaya mediasi antara keluarga dan spa, hal itu tidak otomatis menghentikan penyidikan. Tujuan tetap: menegakkan hukum bila ditemukan unsur pidana, serta melindungi hak korban dan anak-anak lain dari kemungkinan eksploitasi.(*)





